Monday, 14 December 2009

Autis Tak Selamanya Memalukan

Bila seorang anak sering kita temukan selalu menyendiri, melakukan hal-hal aneh seperti mengepak-ngepak tangannya, membuat suara aneh tanpa memperdulikan orang-orang di sekelilingnya, kemungkinan anak tersebut mengalami Autis. Tapi apakah sebetulnya autis itu? Autis yang disebut juga Autism Spectrum Disorder (ASD), bukanlah sebuah penyakit mental, melainkan sebuah kondisi yang dialami seseorang yang dapat mempengaruhi pola komunikasi serta interaksinya dengan orang lain. Setiap individu dengan autis cenderung melakukan gerakan yang sama berulang-ulang selama beberapa jam, menolak untuk bertatap muka, serta tidak memahami bahasa tubuh, ekspresi muka bahkan nada suara. (Lihatlah foto diatas, betapa polos & bahagianya mereka dapat menghasilkan sebuah gambar "Goy-Goy", icon Autis bagi LSPR - LSCAA, ternyata masih ada hal yang belum kita ketahui dari seorang anak autis)

Autis yang lebih sering dialami oleh anak laki-laki daripada perempuan ini, dapat di diagnosa sejak anak berumur 18 bulan. Kebanyakan dari mereka, memiliki fisik yang normal, tanpa kekurangan. Hal ini yang sering menimbulkan reaksi negatif dari orang-orang yang tidak mengerti dengan adanya autis. Tapi siapa sangka, anak-anak yang sering terlihat hiperaktif, tidak dapat diam, lari kesana sini, melompat, dan memukul benda berulang-ulang ini, memiliki potensi yang dapat dikembangkan, bahkan, tidak sedikit dari mereka yang memiliki bakat khusus tertentu.





Lalu, apa yang dapat kita lakukan sebagai individu yang peduli terhadap autis ini? Menginformasikan tempat pelayanan, terapi, sekolah khusus, serta mengajak masyarakat umum untuk memahami dan menerima individu dengan autis mungkin bisa jadi jawabannya.

Walau sampai saat ini obat untuk individu dengan autis belum ditemukan, diagnosa dini, intervensi dan pendidikan dari para ahli dapat membantu dan membuat perubahan bagi anak anda di kemudian hari.

(Voice Over for LSCAA Video Profile)


=SRIREZKI MOENAFRI=

0 comments:

Post a Comment