Sunday, 26 June 2011

Sensasi Pulau Tidung, dari Jembatan Hingga Bawah Laut


Jembatan Cinta
Tepat jam makan siang, kami berlabuh di dermaga Pulau Tidung. Perut rupanya sudah demo minta makan. Lumayan juga, 3 jam perjalanan dalam kapal penuh sesak kami lalui setelah perjuangan melewati becek-becek dermaga Muara Angke. Tidak perlu kecewa, semua itu terbayarkan dengan pemandangan indah dan suasana pedesaan Pulau Tidung yang asri. Serasa pulang ke kampung halaman sendiri. Hingar bingar kota Jakarta serasa lenyap sementara setiba di pulau kecil nan elok ini.
 
Berbekal dengan riset yang saya lakukan terlebih dahulu, saya menemukan Kang Asep, salah satu penduduk lokal, superhero kami selama di Pulau ini. Saya dan Kang Asep bernegosiasi dan mengatur seluruh akomodasi selama kami disana, sehingga saya dan teman-teman dapat menikmati liburan dengan tenang. Hanya butuh waktu kurang dari 1 minggu untuk memastikan segalanya, terbilang susah pun tidak, karena hanya cukup menggali informasi dari berbagai teman yang hobi jalan-jalan dan voila Pulau Tidung sudah di depan mata.

Kami pun menyusuri jalanan setapak dengan paving block yang nyaman. Rumah-rumah sederhana, pohon pisang di kanan-kiri jalan dan tidak lupa juga senyum ramah para penduduk mewarnai tapak kaki pertama kami. Setelah berjalan sekitar 200 meter, kami tiba di penginapan yang sudah kami pesan. Sempat melihat ke sekeliling, rupanya telah berderet penginapan-penginapan kecil yang telah dibangun selama setahun terakhir ini. Pengunjung yang awalnya berjumlah puluhan, kini meningkat pesat hingga mencapai ratusan orang, terutama saat long weekend. Pantas saja, saat turun dermaga tadi, mungkin penduduk lokal yang terlihat hanya segelintir orang saja, sisanya pendatang dari luar Pulau. Sepertinya suasana alami rumah penduduk tanpa resort yang terkesan mewah mungkin menjadi satu daya tarik tersendiri dan eksotisme Pulau Tidung, dibandingkan dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu lainnya.

Setibanya kami di penginapan, deretan sepeda rupanya sudah menunggu untuk dinaiki. Wah, sudah tidak sabaran lagi, setelah menikmati santap siang, akhirnya kami sempatkan dulu untuk bersepeda. Saya benar-benar menikmati bersepeda keliling pulau melewati rumah-rumah penduduk, deru ombak dan semilir angin sepoi-sepoi serasa menggelitik kulit kami. Dari kejauhan, hamparan laut biru kehijauan yang luas, berpadu padan dengan langit biru cerah dan pepohonan rindang di kiri-kanan jalan. Mumpung cerah, kami memutuskan untuk melakukan snorkling.

Bersama Kang Asep dan 2 anak buah kapal, saya dan 11 teman lainnya kami mengelilingi titik-titik snorkeling. Ada keceriaan tersendiri saat mata memandang dari dekat ikan berwarna-warni yang berenang di sela-sela karang. Tidak puas dengan hanya melihat ikan-ikan dari permukaan laut saja, saya pun mencopot seluruh alat snorkling yang saya kenakan, kecuali fin, agar dapat membantu saya mencapai bawah dasar laut. Terumbu karang indah yang tersembunyi membuat saya sungguh terpesona ketika menatap jauh kedalaman laut nan biru. Mampu membuat lupa dengan kepenatan kota besar.

Sunset
Senja sudah mengharuskan kami untuk naik kedaratan. Tapi ada satu lagi sensasi yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi pulau yang berpenghuni sekitar 1500 kepala keluarga ini. Sensasi itu adalah jembatan sejauh 700-an kilometer yang menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Jembatan ini membelah laguna, daerah laut dalam berwarna biru, yang memisahkan kedua pulau tersebut. Langsung saja kami berganti-gantian untuk mencoba lompat dari jembatan yang cukup tinggi itu, yah hitung-hitung latihan sebelum mencoba Bungee Jumping.


Melompati Jembatan Setinggi 7meter

Keesokannya, kami ingin mengeksplorasi lebih dalam Pulau Tidung yang terkenal dengan julukan Maldives-nya Indonesia ini dengan berkeliling naik sepeda. Sepanjang jalan yang kita lalui luasnya tidak lebih dari 3 meter, diapit oleh dua pantai yang indah. Saat menoleh ke kiri, kita disajikan hamparan pantai pasir putih sisi selatan Pulau Tidung besar, sedangkan sisi kanan hamparan pantai sisi Utara pulau. Di ujung jalan, akan di sambung dengan jalan tanah setapak, dengan hamparan padang ilalang yang indah dengan beberapa pohon kelapa yang seolah bernyanyi di tiup angin pantai di tengahnya. Perjalanan berlanjut dengan melewati perkebunan kelapa di pinggir pantai. Belum puas melihat pemandangan, kami harus segera balik arah, cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi mendung dan seketika langsung hujan badai. Dengan spontan saya kebut-kebutan naik sepeda untuk cepat sampai dirumah, karena merasa adrenaline meningkat tiga kali lipat akibat bersepeda hujan-hujanan, saya kayuh lebih cepat, sampai pada akhirnya saya dengan suksesnya nyungsep di tembok rumah penduduk dengan posisi yang sangat tidak mengenakkan. Alhasil, saya menertawakan diri sendiri diiringi tawa teman-teman lainnya.

Belum puas rasanya. Bahkan memang tidak pernah puas untuk mengeksplorasi satu tempat yang kita kunjungi. Tapi berhasil melihat dengan mata dan merasakan dengan hati, sudah cukup untuk menciptakan cerita untuk dibagikan kepada keluarga dan teman-teman sesampai di rumah. Tidung benar-benar luar biasa, mulai dari tingginya jembatan hingga dalamnya lautan, dari putihnya pasir pantai sampai hijaunya pepohonan. Dengan sekejap menghilangkan seluruh kepenatan dan membangkitkan kembali semangat untuk menghadapi hingar bingar kota Jakarta. Jika saya ingin pulang ke kampung halaman yang terdekat dengan Jakarta, sepertinya saya tahu harus kemana.


=SRIREZKI MOENAFRI=

Wednesday, 6 April 2011

Stop & Shop - Your Most Desired Shopping Bag



"Your Most Desired Shopping Bag"

Enjoy the perfect atmosphere in your shopping time.. Let's click the link below:

https://picasaweb.google.com/srirezkimoenafri/StopShopYourMostDesiredShoppingBag?authkey=Gv1sRgCLuK4eTN5IeJlgE&feat=directlink


=SRIREZKI MOENAFRI=

Sunday, 28 March 2010

Sunday Morning Culinary @ PETAK 9



Wanna feel the different atmosphere for your culinary? Just come to PETAK 9, JALAN KEMENANGAN I, GLODOK, JAKARTA BARAT.



How to go there?

References from my sister’s friend made me researched in Google about this PETAK 9 culinary. But, I only got a little information. Besides it's known same as the China Town in Singapore, It was told that to go there was just: “take the Busway to Komdak and it was across the Lindteves Market”

(What….. ??!!?! In the reality there’s no Komdak Shelter and made us really confused. We asked two employees from Busway, but he doesn’t know where the Petak 9 is. My oh My… We kept asking and found a man who also the employee, knew it)

So, for all you guys who wanna go to this culinary area, just take Trans Jakarta Feeder Bus way, stop by the Glodok Shelter and it was across the Lindteves Market. Firstly, my friend and I were really hard to find the exact culinary spot, because the area is such a market. After asking many people, we finally found this Jl. Kemenangan I by walking through many small paths.





What are the differences?

Here, we can try many different Indonesian Traditional foods while feeling the atmosphere of Chinese Market and Cultures due to this culinary spot is right on the Market and China Temple Area. We can see many sellers of Fish, Vegetables, Chicken, and Pork. Also, the sleeping beggar in the corner of the street. of course a little bit fishy and wet. but that's the essential of culinary ;)







The food-stands are also unique, because some of the stands are also the seller’s home. So, It’s not only a stand for selling food, but while the customers are eating the food, you can see the sellers come into their home and watch television in the living room. Really peaceful. A Chinese Tradition.







So, what are the culinary experiences?

First, before we begin the adventure, let me introduce my three besties (Fitria-My Sister, Rita, Ivana) that have accompanied me in this Sunday Great Morning (thanks guys, it was a perfect memories.. ;)) ).



While walking through the small path, we saw a man was cooking and a woman take care of the bread paste in front of a house. Just a simple gas stove above the table created something that looks wonderful.






What is it? Actually, we have passed by, but.. What a curious.. and then we came back after realizing that was a familiar round snacks. Yeah, it’s Onde-Onde. A sweet bread paste mixed with stew green beans and covered with Wijen. Taste really nice, simple sweet, and the green beans makes really healthy. It was one of the favorite snacks for Indonesian people. ONDE – ONDE ^^



Then, what’s next? I guess.. hehehe.. You know what, after jogging with my friends, made me really starving. ;)) Let's find another one.........

A-ha.. “What’s that”? I saw a unique snacks.. hihihi… Every snack that looks unique made us stopped to free our curiosity ;) Like this one, UYEN? He? It’s my first time seeing and heard that name. So, we decided to buy, also after a good offering and explanation from the seller.





UYEN was made from taro. It looks like PERKEDEL (croquette), but for me it’s like GIANT BAKSO (Meatball) covered with Noodle ;)) then fried. It was really crispy outside, but smoooooth inside ^^ It taste a ‘lil bit salty and served with Hot Sauce... Perfecto….!!!!





PILLOW CAKE (KUE BANTAL)… Wew, amazing name, rite? It is called so because the texture and the shape looks really like pillow. Usually we met this pillow cake in the rectangles one. But now, it’s Round Pillow. (Just see the picture below). This pillow cake has many kinds of flavor. Black sticky rice (KETAN ITEM) and green beans are my choices. That makes this cake tastes really sweet.








We went through the small path... look around and keep on looking... but, hey, where can I find Gado-Gado or something cold, like Ice that I saw in a website when I researched about this Petak 9. Then, I asked people. But, no one knows. They told us to go to Petak 9, go straight and turn left beside the Alfa Mart mini market. Finally we decided to go as they said, but…., We back at the first place we came by. No way... yeah, what an adventure, rite... It’s a really nice experience, going to the first place you’ve never been before. Get Lost ;)) We stopped by at the food stand “Bakmi Kemenangan” (Victory of China Noodles) … haha.. Great name!!! My friend tried the Bakmi (Noodles), and the taste is still 7 out of 10. Not really good.





My sister and I tried Nasi Ulam (located in front of Bakmi Kemenangan stand). How does it taste? Hmm.. It’s too sweet, I guess. So, you have to add some Hot Sauce to make it more delicious. You can find Dendeng (kind of Smoked Meat), Tofu, Egg, Meat, Basil, as you can see all mixed in a plate of NASI ULAM. For you to know, this NASI ULAM is a sacred in Malayan’s Wedding Tradition. They believe that this NASI ULAM procession represent a life journey for the new marriage. Good or Bad.


Wew.. There’s a big meaning in a small plate of NASI ULAM... hihihi….



There’s a GREAT WOMAN behinds every GREAT MAN. \^.^/





=SRIREZKI MOENAFRI=

Sunday, 21 March 2010

"Employee of The Month" Seorang Boxes Boy



Employee of The Month
merupakan salah satu film yang membahas mengenai seorang pria “boxes boy” bernama Zack Bradley, yang berusaha keras demi mendapatkan rekor “Employee of The Month” di Super Club Supermarket tempat ia bekerja. Cukup lawas memang, tapi film ini akan membuat Anda semakin bersemangat untuk bekerja keras agar dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan Anda. Bukan hanya demi mendapatkan perhatian dari seorang wanita, tetapi juga untuk meningkatkan self-esteem dan recognition yang Anda miliki. Dalam ulasan kali ini, tidak semata-mata memperlihatkan seberapa menarik film tersebut, tetapi juga, membahas mengenai seberapa besar pengaruh komunikasi yang ada dalam suatu organisasi. So, here is the story..

Hal ini bermula dari kedatangan seorang pegawai baru yang membuat Zack jatuh hati kepadanya dan ingin membuat wanita tersebut tertarik pada Zack. Mulai dengan bangun pagi dan datang lebih awal ke kantor, memiliki inisiatif yang tinggi dalam setiap pekerjaannya, sampai dengan membantu seluruh customernya yang sedang dalam kesulitan. Employee yang ditentukan oleh akumulasi daily tracking dari setiap karyawannya ini, menjadi persaingan yang panas antara Zack dan Vince Downey, Kepala Kasir yang selalu mendapatkan rekor Employee of The Month setiap bulannya.



Super Club Supermarket merupakan suatu organisasi yang di dalamnya terdapat departemen-departemen yang melibatkan komunikasi diadik, antarpribadi dan publik. Hal ini dapat kita lihat dalam hubungan Manajer dengan Seksi Manajer (diadik). Saat Zack dengan rekan-rekan kerjanya yang sangat dekat satu sama lain, sampai-sampai mereka bermain taruhan selama jam istirahat, juga pada Zack dan Amy, ataupun ketika Vince dengan asisten pribadinya menghabiskan waktu bersama sepulang kerja, telah berlangsung komunikasi antarpribadi. Sedangkan komunikasi public terjadi saat Manajer memberikan pengumuman lisan bahwa Vince merupakan karyawan tercepat di daerah barat daya selama 17 bulan berturut-turut.


Komunikasi memiliki fungsi penting dalam suatu organisasi, khususnya di Supermarket ini. Sesuai fungsi regulatifnya, atasan berwenang untuk memberikan instruksi, dimana Manajer Super Club memberikan perintah kepada semua karyawan untuk dapat bekerja sesuai dengan masing-masing tugas yang telah diberikan. Security yang mendapatkan perintah dari atasan untuk menambahkan “bintang” pada daily tracking, merupakan tanggung jawab yang dijalankan masing-masing individu sesuai aturan yang ada. Sedangkan fungsi persuasif disini terjadi ketika adanya suatu ajakan agar karyawan bekerja sebaik-baiknya untuk mendapatkan “Employee Of The Month”. Hal itu dapat dimulai dari menolong banyak pelanggan, mengambil sapu dan membersihkan tumpahan. Tentu saja tidak boleh datang telat ke kantor, tidak mendapatkan komplain apapun dan menjalankan tugas sesuai deskripsi pekerjaannya.

Pesan merupakan salah satu elemen penting dalam terjalinnya komunikasi di suatu organisasi. Saat seorang manajer melihat Zack menolong customer, terdapat penafsiran pesan seperti Zack sangat inisiatif, ringan tangan dan pantas mendapatkan “bintang” untuk tindakan baiknya itu. Pesan pun memiliki bentuk yang beragam. Dalam organisasi Super Club, bentuk pesan yang digunakan berupa Mini Meeting, Announcement, Kotak Saran, Surat untuk penambahan “bintang” daily tracking, Foto “Employee of The Month” yang ditaruh di ruang ganti karyawan, dan penggunaan Walkie Talkie.

Departemen-departemen di Super Club Supermarket ini terdiri dari birokrasi yang jelas. Sesuai dengan Teori Birokrasi, dalam film ini terdapat pembagian kerja yang jelas, yaitu Manajer  Seksi Manajer  Kepala Kasir  Kasir  Pengisi Stok Barang  Kru Pembersih  Pembersih Malam  Pengatur Kotak. Terdapat pula visi dan misi yang jelas dan prosedur penanganan sistem kerja (customer membayar setelah semua barang telah melewati scanner). Hak, kewajiban dan job description benar-benar diatur dengan jelas, seperti setiap kasir memperoleh VIP Card untuk masuk ke dalam Cashier Lounge agar dapat menikmati fasilitas khusus yang diberikan perusahaan.

Menurut Teori Manajemen Administrasi (Fayol), dalam Super Club, terdapat suatu planning, yaitu menjadi Supermarket yang lebih baik dari Maxi-Mart, saingannya, dengan memiliki fast track management. Organizing, terdapat masing-masing departemen yang bertugas. Commanding, ada pemberian perintah sesuai job desc mereka, misalnya ada makanan yang pecah, maka karyawan diberi perintah untuk membersihkan. Coordinating, adanya koordinasi dari masing-masing departemen, sehingga bila sudah ada yang membersihkan, daily tracking akan dihitung, dan yang mendapatkan yang paling banyak bintanglah yang menjadi “Employee of The Month”. Controlling, setiap hari aka nada supervisor yang menghitung performa dari setiap karyawan untuk mengakumulasi daily tracking. Di Super Club, Seksi Manajer bertugas untuk berkeliling dan melihat setiap kejadian yang terjadi di Supermarket tersebut, seperti saat Vince begitu cekatan saat menjadi kasir.

Prinsip Fayol pun benar-benar dipegang teguh oleh setiap karyawan Super Club. Seperti adanya pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab masing-masing, disiplin dengan tidak datang terlambat, kesatuan perintah dan pengarahan yang datang dari Manajer (seperti saat menugaskan karyawannya untuk wajib mengenakan pakaian gereja yang formal pada tanggal 30 saat toko akan tutup lebih awal untuk menyambut jamuan pemberian hadiahj, selalu mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (dalam hal ini, Zack memilih untuk mengambil kasur tempat teman-temannya biasa berkumpul untuk kepentingan kantor). Di Super Club jelas sekali terdapat balas jasa atau remuneration, yaitu adanya predikat “Employee of The Month”, yang pemenangnya mendapatkan New Chevy Malibu 2005. Adanya Esprit de Corps membuat setiap karyawan bangga dan semangat dengan tempat ia bekerja, oleh karena itu sewaktu mereka diajak untuk berlomba-lomba mengejar “Employee of The Month” mereka serempak meneriakkan “Super Club” agar kembali semangat. Inisiatif yang tinggi pun sangat terlihat dari setiap karyawan, terutama Zack, saat membantu seorang ibu untuk menaikkan peti mati keatas trolley. Keadilan pun sangat ditegakkan di Super Club, contohnya saat penentuan terakhir siapa yang layak mendapatkan “Employee of The Month”, dengan cara the fastest win menjadi kasir, maka Vince yang telah melakukan kecurangan tidak boleh menjadi pemenang.



7 elemen komunikasi organisasi:
- Process, dalam proses ini tercipta pertukaran pesan antara karyawan dengan customer, seperti saat mobil Vince dijual oleh Zack, sudah jelas bahwa bila prosesnya adalah barang tersebut sudah ada di atas rak dan masuk dalam system, maka secara sah barang itu harus dijual ke customer.

- Message, dapat disampaikan berupa verbal ataupun nonverbal, serta ada pula pesan yang diterima di dalam maupun di luar organisasi, seperti di dalam Super Club terdapat meeting (Announcement) seperti ketika diumumkan bahwa ada seorang Kasir baru (Amy Renfroe) dan diharapkan seluruh karyawan dapat membuat kasir baru tersebut merasa nyaman, sedangkan di luar lebih ke complain customer.

- Network, bagaimana saat Manajer menyampaikan pesan kepada seluruh karyawan melalui pertemuan darurat staff mengenai adanya karyawan yang meninggal.

- Interdependence, adanya saling ketergantungan dari setiap karyawan, oleh karena itu, bila data karyawan diperlukan, HRD lah orang yang tepat dicari.

- Relationship, adanya hubungan dari masing-masing individu di dalam Super Club, yang terdiri dari Individual, Grup dan Organisasi. Dengan adanya hubungan yang baik dari setiap karyawan, maka komunikasi menjadi lancar. Lain halnya dengan Zack dan Vince yang saling bersaing, bahkan saingannya sangat tidak sehat, terutama saat Vince menyusup ke dalam rumah Zack untuk mengganti semua jam dirumahnya agar Zack datang terlambat. Terlihat jelas hubungan mereka tidak baik, sehingga menghambat komunikasi.

- Uncertainty, Zack sangat membutuhkan informasi mengenai Amy Ronfroe.

- Environment, terdapat simbol, bahasa maupun ideologi yang diimplementasikan setiap karyawan Super Club. Contoh: adanya pemakaian Rompi bagi setiap karyawan dan ID Card (Name Tag) yang selalu dikenakan.


Di Super Club, terdapat suatu iklim komunikasi yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan cara setiap karyawan berkomunikasi. 5 dimensi pentingnya adalah sebagai berikut:

- Supportiveness, tindakan Manajer Super Club yang sangat mendukung dan meng-encourage karyawannya membuat setiap karyawan selalu merasa berharga dan penting di setiap pekerjaannya. Contoh: saat Manajer mengatakan bahwa “Employee of The Month” ini terbuka untuk siapa saja.

- Partisipasi, dalam setiap pembuatan keputusan, setiap karyawan diikutsertakan, terutama dalam penyelesaian masalah yang ada, contohnya dalam Pertemuan Darurat yang diadakan, setiap karyawan ditanya, apakah ada yang bersedia untuk mengisi kekurangan pemain Softball dalam pertandingan melawan Maxi-Mart tersebut.

- Kepercayaan, setiap karyawan Super Club dapat dipercaya satu sama lain, maka dari itu Security menjadi orang yang paling dipercaya untuk memasangkan “bintang” pada papan daily tracking.

- Keterbukaan dan keterusterangan, saat ada masalah yang dihadapi oleh Manajer, yaitu akan dilakukan audit, tidak ada hal yang disembunyikan, sehingga setiap karyawan tahu harus berbuat apa.

- Tujuan kinerja tinggi, tujuan kinerja pun dikomunikasi dengan baik oleh Manajer saat Announcement mengenai adanya “Employee of The Month” yang pemenangnya akan mendapatkan mobil Chevy.


Di dalam organisasi yang setiap karyawannya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, terdapat suatu kepuasan komunikasi yang berbeda pula setiap orangnya. Bagi Zack yang berhasil mendapatkan predikat “Employee of The Month”, secara otomatis dia mendapatkan kepuasan pekerjaan.

Bila dilihat dari flow of information, atau penyebaran informasi, Super Club lebih sering menggunakan penyebaran secara serentak (Simultaneous Message Dissemination), yaitu saat manajer melakukan pertemuan dadakan ataupun apabila ada informasi penting yang harus disampaikan secara langsung dan serempak kepada seluruh karyawan. Pola aliran komunikasi yang digunakan pun pola roda (wheel), dimana pemberi informasi berpusat pada seorang manajer. Arah informasi pun beragam, saat manajer memberikan perintah kepada karyawannya berlaku downward communication, saat mengajukan opini pun karyawan menggunakan upward communication. Saat Zack dan karyawan lainnya saling bertukar informasi, koordinasi pernugasan kerja, dan saling bekerja sama, terjadi horizontal communication. Komunikasi lintas saluran terjadi saat Seksi Manajer melaporkan hasil daily tracking ke Manajer, sehingga saat pemutusan pengisian jabatan Kasir, Zack yang dipilih karena kinerjanya yang baik. Di Super Club pun sering sekali timbul selentingan atau sering dikenal dengan grapevine. Contoh: saat rekan kerja Zack mendapatkan informasi dan data dari HRD tentang Amy yang menyukai seorang “Employee of The Month” dari setiap perusahaan.



Pertentangan dan masalah dalam komunikasi di setiap organisasi juga dapat muncul akibat beberapa factor. Dalam Super Club terjadi tipe masalah role overload, dimana saat manajer mengumumkan seorang kasir yang meninggal, yang seharusnya dia menyebutkan “Janet Saluran 3” malah menjadi Janet Nomer 3. Hal ini dapat mempengaruhi salahnya pesan yang diberikan, sehingga para karyawan menjadi kaget dengan pemberitahuan pertama.
Setiap kinerja karyawan ditentukan oleh motivasi yang ada di dalam masing-masing individu tersebut. Dalam hal ini, motivasi yang paling menonjol adalah yang sesuai dengan teori motivator hygiene (Herzberg : 1966), dimana kepuasan kerja menjadi elemen penting yang ditentukan oleh adanya keinginan untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi dan recognition. Contohnya Zack, yang pada awalnya begitu malas dan tidak disiplin, akhirnya memiliki motivasi tinggi dalam mendapatkan “Employee of The Month” sehingga membuatnya berjuang keras, seperti berpakaian rapi (menggunakan rompi biru dan ID Card), mempersiapkan kopi untuk keesokan harinya dengan menggunakan timer, dan menyalakan alarm. Tidak hanya itu, cashier lounge pun menjadi sangat memotivasi Zack untuk menjadi kasir.

Motivasi diatas sangat berhubungan dengan inisiatif setiap orang terhadap pemecahan atas setiap masalah yang muncul di Super Club, yang akhirnya membentuk problem solving groups. Dalam grup tersebut, terlibat banyak peran untuk membantu memecahkan masalha dengan cepat. Contohnya, identifikasi masalah yang ada adalah Glen Ross, saudara manajer, akan mengaudit Supermarket itu pada hari Sabtu dimana akan sangat ramai dan Super Club kehilangan satu Kasir (meninggal). Dengan segera sang manajer melakukan pertemuan darurat seluruh karyawan, untuk memberitahukan bahwa diperlukan satu orang yang dapat menggantikan posisi kasir (analisa masalah). Zack pun mengajukan dirinya (Evaluasi pemecahan masalah), dan Manajer memberitahukan bagi seluruh karyawan untuk tidak panic dan tetap menjalankan tugasnya semaksimal mungkin agar antrian customer tidak melebihi 25 orang pada setiap kasir. Contoh lain datang dari setiap inisiatif Vince saat membantu customer terutama saat ada kejadian missing child.

Selain itu, motivasi juga dapat hilang saat Zack memilih untuk berhenti bekerja karena telah membuat rekan kerjanya dipecat akibat kelalaian Zack saat mengabaikan permintaan temannya untuk membantu menjaga counter Elektronik. Pada saat itu juga, rekan kerja yang sangat dekat dengannya dulu, sudah menjauhinya sehingga bila disesuaikan dengan teori ERG (Exercise, Relatedness, Growth), Zack tidak berhasil memenuhi kebutuhannya akan suatu keterkaitan atau hubungan dengan rekan kerjanya, itulah yang membuatnya kehilangan motivasi, sehingga menyulitkannya untuk berkembang.

Namun pada akhirnya, Zack telah berhasil meyakinkan teman-teman kerjanya lagi, sehingga mereka bersatu lagi dan saling mendukung satu sama lain, sehingga Zack pada akhirnya berhasil mendapatkan Employee of The Month setelah perjuangan kerasnya, persaingan ketat dengan Vince dan saat Vince ketahuan melakukan perbuatan curang saat hari perlombaan penentuan. Motivasi tinggi dengan iklim komunikasi yang sangat mendukung, dapat membantu Zack untuk mendapatkan kepuasan kerja yang dia inginkan.


Pembahasan diatas merupakan sebuah Analisa dari Film "Employee of The Month" (2006) dilihat dari pengaruh dan dampak suatu Komunikasi Organisasi pada seorang Karyawan sehingga dapat terus berjuang untuk mendapatkan reward Employee of The Month. Memang banyak sekali membahas mengenai teorinya, tetapi, apabila Anda sudah menontonnya, pasti akan mengerti dengan analisa yang saya buat, karena Analisa ini dapat dipraktekkan dalam kehidupan kerja yang sesungguhnya dan juga dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan yang memberikan hasil positif dari perkembangan perusahaan. Semoga dapat memotivasi \^^/